PERBANDINGAN KEMISKINAN JAKARTA VS SOLO

Oleh STNatanegara

  1. membandingkan Solo dengan Jakarta sangat tidak fair, bandingkan Jakarta dengan Singapura, Kualalumpur, Bangkok atau ibukota2 ngra lainya
  2. di Solo serta minimalis, anggaran minimalis karena potensi juga minimalis tapi Jokowi mampu berbuat maksimal dengan sumber daya yang minimal
  3. beda dengan Jakarta, serba maksimal, anggaran maksimal, potensi maksimal tapi Foke hanya mampu berbuat minimal dengan sumber daya maksimal
  4. PAD Solo dibandingkan dengan PAD Jakarta, yang membandingkan tidak tau cara membaca dan menganalisa data…
  5. Kemiskinan Jakarta hanya 300ribu orang, kenapa? karena yang jadi ukuran adalah menggunakan ukuran kemiskinan mutlak…
  6. di mana seorang dinyatakan miskin jika pengeluaran kurang dari Rp. 355.480/bulan/kapita pada tahun 2011!!!!
  7. Sebuah batas yang sangat rendah untuk hidup layak di Jakarta. Foke mengklaim bahwa Jakarta memiliki tingkat kemiskinan terendah di Indonesia
  8. 355.840 dapat apa di jakarta,,, kontrakan saja sekarang minimal 500.000 utk dikatakan layak… belum transport dan konsumsinya…
  9. kebanggaan dan klaim keberhasilan menurunkan angka kemiskinan hanyalah semu belaka
  10. ukuran kemiskinan mutlak seharusnya sudah ditinggalkan dan digantikan dengan ukuran kemiskinan yang bersifat relatif maupun subyektif
  11. UMP 1,3 juta saja dirasa sangat kurang bagi kaum buruh,.. apalagi 355ribu…?
  12. Apa itu kemiskinan relatif? Kemiskinan relatif adalah kemiskinan yang dihitung dengan membandingkan pendapatan seseorang dengan
  13. rata-rata pendapatan seluruh masyarakat di suatu wilayah…. miskin jika pendapatannya kurang dari 0.5 dari rata2 pendapatan masyarakat
  14. dengan menggeser ukuran kemiskinan dari ukuran mutlak menjadi ukuran relatif, angka kemiskinan DKI Jakarta melonjak dari 7.37% ke 41.31%
  15. tanyakan saja ke tetangga anda, apakah dengan pendapatan hanya 1 juta perbulan sudah bisa dibilang kaya? sudah bisa dibilang layak?
  16. saya yakin dengan pendapatan hanya kurang dari 2 juta per bulan pun hidup juga tak layak di jakarta…
  17. benar jika ukurannya pengeluaran sebesar 355ribu orang miskin di Jakarta sedikit bahkan paling kecil dalam skala nasional
  18. tapi berani tidak Foke melansir data dengan menggeser standar pengeluaran ke 1,5 juta atau 1 juta saja… klaim Foke bisa berantakan
  19. PAD Jakarta sekitar 35T itu wajar melihat potensi ekonomi dan keuntungan Jakarta sebagai ibukota,
  20. Foke hanya mampu menghimpun 35T. siapa tidak kenal mental penggarong birokrat DKI Jakarta… usaha minimal dibanding potensi yang maksimal
  21. Jika Jokowi yg jadi gubernur bisa jadi PAD meningkat ke 100T melihat potensi yang ada di Jakarta dan tertutupnya peluang korupsi aparta DKI
  22. membahas PAD Jakarta seperti membahas Penerimaan Pajak Nasional, hasil minimal dibanding potensi yang maksimal.. tikus2 dimana mana
  23. Data statistik menunjukkan angka kemiskinan di Jakarta menurun dari 7.35% (2005), 4.61%(2007), menjadi 3.75% (2011)
  24. menggunakan ukuran kemiskinan mutlak di mana seorang dinyatakan miskin jika pengeluaran kurang dari Rp. 355.480/bulan/kapita pd tahun 2011
  25. saya yakin anda semua mampu membaca data dari saya lebih baik dari birokrat di Jakarta dengan segala klaimnya tentang kemiskinan Jakarta
  26. sama2 menyelenggarakan jaminan kesehatan tapi di Solo treatment dan penerapannya benar2 sesuai janji. beda di Jakarta… hanya janji semata
  1. bedanya karena RS di Jakarta seringkali menolak dan mempersulit warga miskin ketika berobat.. benar warga miskin Jakarta hanya 2%??
  2. metode apa yang digunakan dan standar mana yang digunakan untuk menghasilkan data 2% warga DKI yang miskin.. lihat realita..
  3. saat ini sedang ramai dibicarakan tentang perbandingan kemiskinan di Jakarta dan Solo.. tentunya data yang dipakai adalah keluaran dari BPS
  4. Data kemiskinan makro yang terakhir dihitung BPS adalah posisi Maret 2010 dan dirilis tanggal 1 Juli 2010
  5. Jumlah dan persentase penduduk miskin dihitung per provinsi dengan garis kemiskinan yang berbeda‐beda
  6. di DKI Jakarta sendiri besaran garis kemiskinan mencapai Rp331.169 per kapita per bulan, sementara di Papua Rp259.128….
  7. jadi anda akan dikatakan miskin jika tingkat pengeluaran anda dibawah Rp. 331.169… sungguh tidak masuk di akal dan tidak sesuai realita
  8. jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2010 sebesar 31,02 juta (13,33 persen) dengan garis kemiskinan Rp211.726 per kapita per bulan
  9. naif sekali pemerintah dan BPS yang tidak mampu melihat fakta dan realita di masyarakat..
  10. BPS ngotot dengan GKM + GKNM = GK , dunia international menggunakan garis kemiskinan absolut US$ 2 PPP (purchasing power parity) per hari
  11. kalau menggunakan garis kemiskinan absolut world bank US$ 2 PPP maka penduduk miskin Indonesia sekitar 100,7 juta orang (42,6 persen)
  12. jauh lebih banyak dari klaim pemerintah yang hanya sebesar 31,02 juta (13,33 persen dari total penduduk)..
  13. begitu juga di Jakarta, jika menggunakan US$ 2 PPP maka data warga miskin akan melonjak jauh dari klaim Foke!
  14. apalagi perbedaan nilai uang antara Jakarta dan Solo juga jauh.. 1 juta di Jakarta tidak berarti apa2 tapi 1 juta di Solo anda bisa tertawa
  15. Pemprov DKI Jakarta cuci tangan dengan alasan memberi uang kerohiman, tetapi bagi warga yang digusur itu adalah uang kezaliman
  16. Yuk kita bahas perkembangan kota Solo lagi untuk mengetahui sampai dimana kinerja Jokowi sebenarnya…
  17. kemarin ada yg bilang warga miskin mencapai 113rb jiwa atau 25% dari total penduduk.. saya sedikit heran, entah dapat darimana datanya
  18. data dari BPS sendiri mencantumkan demikian : total penduduk miskin 2008 83,36rb (16,13%) 2009 77,97rb (14,99) 2010 69,80rb (13,98)
  19. artinya dua kali lipat dari data sebenarnya dan faktanya selalu ada penurunan penduduk miskin selama Jokowi memimpin Solo.
  20. garis kemiskinan yang digunakan sebagai patokan adalah Rp. 306.584 tidak berbeda jauh dengan DKI Jakarta yang Rp. 331.000
  21. coba anda nilai sendiri, garis kemiskinan boleh sedikit berbeda, TAPI bagaimana dengan nilai real nya? berbeda jauh…
  22. ada teman yang membandingkan nilai 10rb di Jkt dengan di Solo. 10rb di Jkt hanya utk bayar tol sedang di Solo nasi pecel, paha , es teh mns
  23. bagaimana jika dibandingkan kota2 tetangga Solo? ternyata Solo adalah kota dengan total penduduk miskin terendah dibanding 6 kota lainnya
  24. bagaimana dengan PAD? memang tahun 2009 dan 2010 tidak sesuai target. tapi ini bukan tekor.. tapi tidak tercapainya penerimaan sebesar 0,92%
  25. lebih fair kalau anda lihat pertumbuhan dari tahun 2005 s.d 2010 misalnya.. ternyata PAD Solo tumbuh hampir 100%… dari 62M menjadi 114M
  26. walaupun PAD 2009 kurang 0,92% dari target tapi ternyata APBD justru mengalami surplus sebesar 19M.. artinya 0,92% tidak mempengaruhi APBD
  27. bagaimana dengan 2010? surplus APBD Solo menjadi 43M walaupun PAD kurang 0,99% dari target penerimaannya
  28. jika ingin menilai hasil kerja seseorang maka berangkatlah dari awal dia menjabat… kemudian bandingkan dengan kondisi real saat ini
  29. dengan model penilaian demikian, akan kita dapatkan kesimpulan bahwa Solo memang berkembang sangat pesat! berbeda dengan DKI Jakarta!
  30. Jkarta 5 tahun dibawah Foke sangat berbeda dengan ketika dibawah Sutiyoso, saya rasa anda juga mengakuinya
  31. Sedangkan Solo 7 tahun dibawah Jokowi sungguh terlalu perkembangannya… Solo sekarang sulit dilupakan!
  1. rakyat miskin di Solo banyak tapi diayomi.. warga miskin di Jakarta sedikit karena digusuri dan tidak diberi KTP DKI Jakarta..
  2. ekonomi yg terpusat di DKI, investasi, perputaran uang, APBD, serta infrastruktur. seharusnya DKI bisa lebih baik dari sekarang
  3. jmlh orang miskin di DKI Jkt kemungkinan masih under estimate, krn survei kemiskinan yg dilakukan BPS menggunakan pendekatan rumah tangga.
  4. warga yg tinggal di kolong tol atau yang tuna wisma, yang jumlahnya sangat banyak, dipastikan tidak terwakili dalam hasil survei
  5. belum lagi penduduk miskin yang belum mendapatkan KTP DKI Jakarta yang sudah pasti tidak tersurvei.
  6. anda yang lama tinggal di Jakarta pasti sangsi dengan data kemiskinan dari BPS yang dibanggakan oleh Foke
  7. apalagi jika anda tahu bahwa indikator yg digunakan adlh garis kemiskinan sebesar Rp. 355ribu. padahal biaya hidup di Jakarta sangat mahal
  8. meningkatnya tingkat kriminalitas dan konflik sosial (tawuran) di Jakarta faktanya banyak dipicu oleh kemiskinan dan pengangguran
  9. kemiskinan di Jakarta adlh fenomena kemiskinan kota (urban poverty), dimana penduduk miskin cenderung terkumpul pada daerah pemukimam kumuh
  10. bahkan menggunakan barang-barang bekas (seng, papan, dan sebagainya) mereka dengan mudah membangun rumah ala kadarnya di penjuru kota
  11. Ribuan manusia gerobak juga tidak akan terhitung dalam survei BPS karena BPS hanya mengandalkan data rumah tangga
  12. warga miskin DKI Jakarta masih sulit mengakses layanan kesehatan. walaupun Pemda DKI punya dua program kesehatan
  13. dua program itu adalah Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Warga Miskin (JPK-Gakin) dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)
  14. walaupun 2012 Pemda DKI menggelontorkan dana sebesar Rp600 milyar masih banyak warga miskin Jakarta yg kesulitan mengakses kesehatan gratis
  15. sosialisasi program kesehatan Jakarta minim bahkan pengurus RT/RW belum memahami cara rakyat miskin mengakses program ini
  16. banyak ditemui pasien miskin yang mengaku sudah tahunan menahan penyakit tanpa layanan rumah sakit sesuai yang diJANJIkan oleh Pemprov
  17. lihat saja keengganan aparatur pemerintahan di DKI Jakarta yg masih sangat jarang melakukan sosialisasi mengenai JPK-Gakin
  18. Litbang Kompas, menemukan bahwa hanya 29 persen rumah tangga miskin di DKI Jakarta yang punya JPK-Gakin
  19. artinya, mayoritas warga miskin DKI belum punya JPK-Gakin. ternyata pendaftaran JPK Gakin menggunakan acuan kriteria miskin versi BPS
  20. akibatnya dapat diduga, banyak warga miskin DKI Jakarta tidak tercakup dalam program ini walaupun dananya yang digelontorkan mencapai 600M
  21. faktanya : kriteria miskin versi BPS sangat tidak manusiawi dan tidak sesuai dengan realitas kemiskinan di DKI Jakarta!!!!
  22. pengguna SKTM di Jakarta, masih dikenakan apa yang disebut cost sharing alias berbagai biaya. ternyata orang miskin tidak bebas biaya.
  23. penerapan JPK-Gakin di lapangan lebih kacau lagi. banyak pasien JPK-Gakin yang ditolak oleh rumah sakit. juga tetap dikenai biaya
  24. data litbang Kompas, masih ada 19,9% pemegang kartu JPK-Gakin dimintai uang saat berobat di rumah sakit
  25. Litbang Kompas juga menemukan sekitar 63,2 persen pemegang SKTM masih dimintai uang saat berobat di rumah sakit
  26. ditemukan juga adanya praktek perlakuan berbeda atau diskriminasi antara penerima JPK-Gakin dan pasien yang punya kemampuan membayar
  27. itulah realita pelayanan kesehatan yang dirasakan oleh rakyat miskin DKI Jakarta, jauh berbeda dengan yang dijanjikan oleh Pemprov
  28. sepanjang tahun 2008 sampai 2009 di Jakarta telah terjadi sekitar 30 kasus penggusuran permukiman miskin
  29. hampir 6.100 rumah dihancurkan dan sekitar 30 .000 jiwa kehilangan tempat tinggal.. lumayan 30.000 warga miskin terusir dari Jakarta
  30. Fauzi Bowo masih mengedepankan model kekerasan dengan melibatkan Satpol PP untuk menghapuskan rakyat miskin dari kota
  31. ini menandakan pemimpin Jakarta tidak peduli rakyat miskin. kebijakan masih belum berpihak kepada rakyat dan masih banyak melanggar HAM
  32. pemilih di Jakarta sudah mulai kritis. warga Jakarta jangan memilih calon pemimpin yang doyan melakukan penggusuran dan sering melanggar HAM
  33. kepedulian Fauzi Bowo terhadap warga miskin hanya terlihat ketika menjelang Pilkada.. berusaha menyembunyikan ekslusifitasnya selama ini
  34. salah satunya dg memberikan bantuan penguatan modal bagi 90 ribu pedagang kaki lima (PKL) yang menempati kios-kios milik PD Pasar Jaya..
  35. Pamrih di balik ini tak lain adalah dukungan PKL kepada Fauzi Bowo dalam pilkada DKI Jakarta.. tapi Fauzi Bowo lupa bahwa warga lebih pandai
  36. DKI Jakarta adalah sebuah kota dengan jumlah PKL terbesar di Indonesia. sayangnya PKL juga menjadi bulan-bulanan aparat pemprov setiap hari
  37. nah belum jelas 90.000 PKL ini termasuk juga didalam 350rb warga miskin Jakarta atau tidak?
  38. selama ini pula Pemprov DKI Jakarta menolak pemberlakuan Jamkesmas. alasannya, pemerintah daerah dan DPRD telah mandiri atau mampu
  39. mengaku mampu dan mandiri tapi sebenarnya Jamkesmas 100 persen gratis. sedangkan kartu SKTM atau Gakin dan Jamkesda cuma 50 persen
  40. banyak yang mengatakan bahwa Jamkesda cuma akal-akalan Pemprov DKI dan DPRD.. padahal Foke menjanjikan Jaminan Kesehatan Rakyat Miskin DKI
  41. kini warga sadar dan sepenuhnya tahu bahwa Pemprov DKI Jakarta punya dana tetapi tidak digunakan membantu orang miskin…
  42. perbandingannya program Gakin dikelola oleh pihak ketiga. sedangkan Jamkesmas uang langsung digelontorkan ke rumah sakit dan puskesmas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s